REAKSI PERISIKLIK : REAKSI DIELS-ARDER
REAKSI PERISIKLIK
Reaksi
perisiklik adalah suatu jenis reaksi
organik di mana keadaan
transisimolekul memiliki suatu
geometri siklik, dan reaksi berjalan secara serentak. Reaksi perisiklik
biasanya merupakan suatu reaksi penataan ulang.
Reaksi Diels-Alder adalah reaksi kimia organik antara diena terkonjugasi dengan alkena tersubstitusi, umumnya dinamakan sebagai dienofil, membentuk sikloheksena tersubstitusi. Reaksi ini dapat berjalan bahkan jika
beberapa atom dari cincin yang terbentuk bukanlah karbon. Beberapa reaksi Diels-Arder
adalah reversibel;reaksi dekomposisi dari sistem siklik dinamakan reaksi Retro-Diels-Alder. Reaksi retro ini umumnya terlihat pada saat analisis produk reaksi Diels-Arder menggunakan spektrofotometri massa.
Ketika diena dan dienofil tersubstitusi,
terbentuklah sebuah senyawa stereokimia karena kedua reaktan tersebut saling
mendekat dari dua arah yang berbeda. Bentuk stereokimia dari molekul produk ada
2 jenis yaitu : dienofil yang mensubstitusi berada pada posisi sepihak dengan
diena (endo / cis) dan dienofil yang mensubstitusi berada pada posisi
berlawanan dengan diena (ekso / trans). Pada umumnya reaksi Diels Alder terjadi
dengan diena berada pada bentuk cis atau endo, diena dalam bentuk trans seringkali
menjadi susah bereaksi dengan dienofil atau bahkan tidak bereaksi.
Pengaruh Konformasi Diena Pada Reaksi Diels - Alder
Konformasi molekul merupakan
salah satu aspek dalam stereokimia yang menjelaskan tentang bentuk molekul dan
bagaimana bentuk molekul dapat diubah. Dalam senyawa rantai terbuka,
gugus-gugus terikat pada ikatan σ dapat berotasi atau mengelilingi ikatan σ
tersebut. Oleh karena itu atom-atom dalam rantai terbuka dapat memiliki jumlah
tak hingga posisi dalam ruang relatif satu terhadap yang lain. Penataan molekul
dalam ruang secara berlainan akibat rotasi terhadap ikatan σ inilah yang
disebut sebagai konformasi. Beberapa jenis rumus digunakan untuk menyatakan
konformasi molekul yakni; rumus garis, rumus dimensional, rumus bola dan pasak
serta proyeksi Newman (bola pasak dari ujung ke ujung). Reaksi Diels-Alder
mengubah senyawa rantai terbuka menjadi senyawa siklik, sehingga penggunaan
rumus garis akan sangat memudahkan untuk menyatakan persenyawaan rantai-rantai
karbon dalam reaksi. Rumus garis analog dengan rumus segi banyak yang
menyatakan cincin. Seperti contoh berikut;
Konformasi molekul untuk diena
konjugasi digunakan istilah s-cis dan s-trans. Awalan s- menunjukkan geometri
di sekitar ikatan tunggal (single) pusatlah yang menentukan konfomasi molekul.
Untuk senyawa rantai terbuka, rumus-rumus ini tidaklah menyatakan isomer yang
sebenarnya melainkan hanya konformer. Hal ini karena hanya rotasi ikatan sigma saja
yang diperlukan untuk mengubah satu menjadi yang lain. Beberapa contoh
konformasi s-cis dan s-trans adalah sebagai berikut.
Dalam reaksi Diels-Alder, diena
harus memiliki konformasi s-cis, bukan s-trans. Fakta eksperimen membuktikan
bahwa diena tertutup dengan konformasi s-trans tidak reaktif dalam reaksi
Diels-Alder. Pada keadaan transisi reaksi Diels-Alder, diena dan dienofil
saling mendekat pada bidang datar paralel. Dari gambar terlihat bahwa diena
berada pada konformasi s-cis. Ikatan terbentuk oleh overlap atau tumpang tindih
awan elektron π dari kedua molekul. Perbandingan laju reaksi antara konformasi
s-cis dan s-trans terdapat pada reaksi antara 1,3-pentadiena dan maleat
anhidrat. Konformasi s-cis bereaksi dengan maleat anhidrat dengan laju sekitar
seribu kali lebih cepat dari konformasi s-trans. Untuk beberapa reaksi, adanya
konformasi s-cis dan s-trans pada diena bahkan dinyatakan dalam berlangsung
atau tidak berlangsungnya suatu reaksi seperti pada reaksi berikut.
Adanya substituen pada diena
konjugasi mempengaruhi reaktivitas diena dalam reaksi Diels-Alder. Efek sterik
dari cabang mempengaruhi kestabilan atau bahkan membuat tidak stabil bentuk
s-cis dari diena, sehingga keadaan transisinya mempunyai energi tinggi dan laju
reaksinya menjadi lambat. Berbeda dengan diena yang harus berada pada konfomasi
s-cis, konformasi dienofil dalam reaksi Diels-Alder dapat berada pada posisi
s-cis dan s-trans, sehingga produk reaksi juga berada pada konformasi cis dan
trans.
Diena Terkonjugasi Dan Reaksi Sikloadisi [4+2]
Diena adalah senyawa alifatik
yang memiliki dua ikatan ganda. Bila ikatan ganda ini dipisahkan oleh hanya
satu ikatan tunggal, senyawa ini disebut sebagai diena konjugasi (diolefin
konjugasi). Diolefin tak-terkonjugasi memiliki ikatan ganda yang terpisah
(terisolasi) oleh lebih dari satu ikatan tunggal. Suatu diena atau poliena
terkonjugasi dapat mengalami reaksi perisiklik. Reaksi perisiklik merupakan
reaksi serempak yang berlangsung dalam suatu deret siklis elektron pada keadaan
transisinya. Reaksi perisiklik terjadi pada diena ataupun poliena terkonjugasi
yang berlangsung dengan mekanisme serempak seperti reaksi SN2 artinya ikatan-
ikatan lama terputus ketika ikatan baru terbentuk dan semuanya terjadi dalam
satu tahapan. Reaksi perisiklik dikarakteristikan oleh suatu keadaan transisi
siklik yang melibatkan ikatan ikatan pi. Terdapat 3 tipe reaksi perisiklik
yaitu reaksi sikloadisi, reaksi elektrosiklik dan penataan ulang sigmatropik.
Reaksi sikloadisi adalah reaksi di mana dua molekul bergabung membentuk sebuah
cincin. Dalam reaksi ini dua ikatan pi diubah menjadi ikatan sigma. Contoh reaksi
sikloadisi ialah reaksi Diels-Alder. Sikloadisi dibagi menjadi beberapa tipe
antara lain sikloadisi [2+2], [4+2], [4+4], [6+2], [6+2], [6+4], dan lain-lain.
Sikloadisi (4+2) disebut juga Reaksi Diels–Alder. Dua angka tersebut
melambangkan jumlah elektron pi yang terlibat dalam suatu reaksi sikloadisi.
Berikut ini contoh sederhana reaksi sikloadisi:
Sehingga dari uraian diatas maka timbul permasalahan sebagai berikut.
1. Apa
saja syarat senyawa yang dapat mengalami reaksi diels alder dan mengapa diena
harus dalam konformasi s-cis?
2. Reaksi Diels-Alder terjadi dengan diena berada
pada konformasi cis atau endo, diena dalam konformasi trans seringkali menjadi
susah bereaksi dengan dienofil atau bahkan tidak bereaksi. Mengapa demikian?
3. Apa yang membedakan antara diena stabil dan tidak stabil ?
Sumber :
Fessenden,
R. J dan J. S. Fessenden. 1985. Kimia
Organik Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Stanley H.
1988. Kimia Organik Jilid 2. Bandung:
ITB-Press.







1. Syarat senyawa yang mengalami reaksi Diels-Alder adalah senyawa yang memiliki gugus alkena dan sikloheksana tersubstitusi.
ReplyDelete2. Karena kemungkinan terjadinya tumpang tindih antara orbital n dari diena dalam konformasi trans dengan orbital n dari dienofil terlalu kecil. Dan orbital n dari diena pada konformasi cis lebih mudah membentuk ikatan
3. Diena yang stabil agak tidak reaktif dan mengalami reaksi Diels-Alder hanya pada suhu tinggi: misalnya, naftalena dapat berfungsi sebagai diena, yang menyebabkan adisi hanya dengan dienofil yang sangat reaktif, seperti N-fenilmaleimida. Sedangkan diena yang stabil akan sangat reaktif yang dapat menghasilkan suatu reaksi secara in situ. Contohnya adalah o-kuinodimetana
Haiiii muttt
ReplyDelete1. Syarat senyawa yang mengalami reaksi Diels-Alder adalah senyawa yang memiliki gugus alkena dan sikloheksana tersubstitusi.
1. Syarat senyawa yang mengalami reaksi Diels-Alder adalah senyawa yang memiliki gugus alkena dan sikloheksana tersubstitusi.
ReplyDeletekarena saya anak ke 2 maka saya akan jawab no.2. Karena kemungkinan terjadinya tumpang tindih antara orbital n dari diena dalam konformasi trans dengan orbital n dari dienofil terlalu kecil. Dan orbital n dari diena pada konformasi cis lebih mudah membentuk ikatan
ReplyDeleteTerimkasih mutek paparan materinya,
ReplyDelete1. Syarat senyawa yang mengalami reaksi Diels-Alder adalah senyawa yang memiliki gugus alkena dan sikloheksana tersubstitusi.
2. Karena kemungkinan terjadinya tumpang tindih antara orbital n dari diena dalam konformasi trans dengan orbital n dari dienofil terlalu kecil. Dan orbital n dari diena pada konformasi cis lebih mudah membentuk ikatan.
Hai Mutiara Sarah Hutagalung
ReplyDeletejawaban no 2, karena kemungkinan terjadinya tumpang tindih antara orbital n dari diena dalam konformasi trans dengan orbital n dari dienofil terlalu kecil. Dan orbital n dari diena pada konformasi cis lebih mudah membentuk ikatan
1. Syarat senyawa yang mengalami reaksi Diels-Alder adalah senyawa yang memiliki gugus alkena dan sikloheksana tersubstitusi.
ReplyDeleteTerimkasih mutek paparan materinya,
ReplyDelete1. Syarat senyawa yang mengalami reaksi Diels-Alder adalah senyawa yang memiliki gugus alkena dan sikloheksana tersubstitusi.
2. Karena kemungkinan terjadinya tumpang tindih antara orbital n dari diena dalam konformasi trans dengan orbital n dari dienofil terlalu kecil. Dan orbital n dari diena pada konformasi cis lebih mudah membentuk ikatan.
Halo Muti, menurut saya jawaban no 2. Karena kemungkinan terjadinya tumpang tindih antara orbital n dari diena dalam konformasi trans dengan orbital n dari dienofil terlalu kecil. Dan orbital n dari diena pada konformasi cis lebih mudah membentuk ikatan
ReplyDeleteMenurut saya:
ReplyDelete1. Syarat senyawa yang mengalami reaksi Diels-Alder adalah senyawa yang memiliki gugus alkena dan sikloheksana tersubstitusi.
2. Karena kemungkinan terjadinya tumpang tindih antara orbital n dari diena dalam konformasi trans dengan orbital n dari dienofil terlalu kecil. Dan orbital n dari diena pada konformasi cis lebih mudah membentuk ikatan
3. Diena yang stabil agak tidak reaktif dan mengalami reaksi Diels-Alder hanya pada suhu tinggi: misalnya, naftalena dapat berfungsi sebagai diena, yang menyebabkan adisi hanya dengan dienofil yang sangat reaktif, seperti N-fenilmaleimida. Sedangkan diena yang stabil akan sangat reaktif yang dapat menghasilkan suatu reaksi secara in situ. Contohnya adalah o-kuinodimetana
1. Syarat senyawa yang mengalami reaksi Diels-Alder adalah senyawa yang memiliki gugus alkena dan sikloheksana tersubstitusi.
ReplyDelete2. Karena kemungkinan terjadinya tumpang tindih antara orbital n dari diena dalam konformasi trans dengan orbital n dari dienofil terlalu kecil. Dan orbital n dari diena pada konformasi cis lebih mudah membentuk ikatan
3. Diena yang stabil agak tidak reaktif dan mengalami reaksi Diels-Alder hanya pada suhu tinggi: misalnya, naftalena dapat berfungsi sebagai diena, yang menyebabkan adisi hanya dengan dienofil yang sangat reaktif, seperti N-fenilmaleimida. Sedangkan diena yang stabil akan sangat reaktif yang dapat menghasilkan suatu reaksi secara in situ. Contohnya adalah o-kuinodimetana
1. Syarat senyawa yang mengalami reaksi Diels-Alder adalah senyawa yang memiliki gugus alkena dan sikloheksana tersubstitusi.
ReplyDelete2. Karena kemungkinan terjadinya tumpang tindih antara orbital n dari diena dalam konformasi trans dengan orbital n dari dienofil terlalu kecil. Dan orbital n dari diena pada konformasi cis lebih mudah membentuk ikatan
3. Diena yang stabil agak tidak reaktif dan mengalami reaksi Diels-Alder hanya pada suhu tinggi: misalnya, naftalena dapat berfungsi sebagai diena, yang menyebabkan adisi hanya dengan dienofil yang sangat reaktif, seperti N-fenilmaleimida. Sedangkan diena yang stabil akan sangat reaktif yang dapat menghasilkan suatu reaksi secara in situ. Contohnya adalah o-kuinodimetana
Terimakasih muti
ReplyDeletejawaban no 2, karena kemungkinan terjadinya tumpang tindih antara orbital n dari diena dalam konformasi trans dengan orbital n dari dienofil terlalu kecil. Dan orbital n dari diena pada konformasi cis lebih mudah membentuk ikatan
hai mutiii...
ReplyDelete2. Karena kemungkinan terjadinya tumpang tindih antara orbital n dari diena dalam konformasi trans dengan orbital n dari dienofil terlalu kecil. Dan orbital n dari diena pada konformasi cis lebih mudah membentuk ikatan.
Hello mutek
ReplyDelete3. Diena yang stabil agak tidak reaktif dan mengalami reaksi Diels-Alder hanya pada suhu tinggi: misalnya, naftalena dapat berfungsi sebagai diena, yang menyebabkan adisi hanya dengan dienofil yang sangat reaktif, seperti N-fenilmaleimida. Sedangkan diena yang stabil akan sangat reaktif yang dapat menghasilkan suatu reaksi secara in situ. Contohnya adalah o-kuinodimetana
1. Syarat senyawa yang mengalami reaksi Diels-Alder adalah senyawa yang memiliki gugus alkena dan sikloheksana tersubstitusi.
ReplyDelete2. Karena kemungkinan terjadinya tumpang tindih antara orbital n dari diena dalam konformasi trans dengan orbital n dari dienofil terlalu kecil. Dan orbital n dari diena pada konformasi cis lebih mudah membentuk ikatan.
Makasih saroh kuhh
ReplyDeleteSaya akan menjawab pertanyaan no 3 yaitu Diena yang stabil agak tidak reaktif dan mengalami reaksi Diels-Alder hanya pada suhu tinggi: misalnya, naftalena dapat berfungsi sebagai diena, yang menyebabkan adisi hanya dengan dienofil yang sangat reaktif, seperti N-fenilmaleimida. Sedangkan diena yang stabil akan sangat reaktif yang dapat menghasilkan suatu reaksi secara in situ. Contohnya adalah o-kuinodimetana
Ok. Mskasih mut
ReplyDeleteJawabannya
3. Diena yang stabil agak tidak reaktif dan mengalami reaksi Diels-Alder hanya pada suhu tinggi: misalnya, naftalena dapat berfungsi sebagai diena, yang menyebabkan adisi hanya dengan dienofil yang sangat reaktif, seperti N-fenilmaleimida. Sedangkan diena yang stabil akan sangat reaktif yang dapat menghasilkan suatu reaksi secara in situ. Contohnya adalah o-kuinodimetana
Halo muti
ReplyDelete1. Syarat senyawa yang mengalami reaksi Diels-Alder adalah senyawa yang memiliki gugus alkena dan sikloheksana tersubstitusi.
2. Karena kemungkinan terjadinya tumpang tindih antara orbital n dari diena dalam konformasi trans dengan orbital n dari dienofil terlalu kecil. Dan orbital n dari diena pada konformasi cis lebih mudah membentuk ikatan
3. Diena yang stabil agak tidak reaktif dan mengalami reaksi Diels-Alder hanya pada suhu tinggi: misalnya, naftalena dapat berfungsi sebagai diena, yang menyebabkan adisi hanya dengan dienofil yang sangat reaktif, seperti N-fenilmaleimida. Sedangkan diena yang stabil akan sangat reaktif yang dapat menghasilkan suatu reaksi secara in situ. Contohnya adalah o-kuinodimetana
Holla mutt, jwban no 1 : Syarat senyawa yang mengalami reaksi Diels-Alder adalah senyawa yang memiliki gugus alkena dan sikloheksana tersubstitusi.
ReplyDeleteHaai mut, ima coba menjawab dari prmsalahan kamu.. j
ReplyDelete1. Syarat senyawa yang mengalami reaksi Diels-Alder adalah senyawa yang memiliki gugus alkena dan sikloheksana tersubstitusi.
2. Karena kemungkinan terjadinya tumpang tindih antara orbital n dari diena dalam konformasi trans dengan orbital n dari dienofil terlalu kecil. Dan orbital n dari diena pada konformasi cis lebih mudah membentuk ikatan
3. Diena yang stabil agak tidak reaktif dan mengalami reaksi Diels-Alder hanya pada suhu tinggi: misalnya, naftalena dapat berfungsi sebagai diena, yang menyebabkan adisi hanya dengan dienofil yang sangat reaktif, seperti N-fenilmaleimida. Sedangkan diena yang stabil akan sangat reaktif yang dapat menghasilkan suatu reaksi secara in situ. Contohnya adalah o-kuinodimetana
olla mutt, jwban no 1 : Syarat senyawa yang mengalami reaksi Diels-Alder adalah senyawa yang memiliki gugus alkena dan sikloheksana tersubstitusi.
ReplyDeleteno 1 : Syarat senyawa yang mengalami reaksi Diels-Alder adalah senyawa yang memiliki gugus alkena dan sikloheksana tersubstitusi.
ReplyDelete1 : Syarat senyawa yang mengalami reaksi Diels-Alder adalah senyawa yang memiliki gugus alkena dan sikloheksana tersubstitusi.
ReplyDelete3. Diena yang stabil agak tidak reaktif dan mengalami reaksi Diels-Alder hanya pada suhu tinggi: misalnya, naftalena dapat berfungsi sebagai diena, yang menyebabkan adisi hanya dengan dienofil yang sangat reaktif, seperti N-fenilmaleimida. Sedangkan diena yang stabil akan sangat reaktif yang dapat menghasilkan suatu reaksi secara in situ. Contohnya adalah o-kuinodimetana
ReplyDeleteDiena yang stabil agak tidak reaktif dan mengalami reaksi Diels-Alder hanya pada suhu tinggi: misalnya, naftalena dapat berfungsi sebagai diena, yang menyebabkan adisi hanya dengan dienofil yang sangat reaktif, seperti N-fenilmaleimida. Sedangkan diena yang stabil akan sangat reaktif yang dapat menghasilkan suatu reaksi secara in situ. Contohnya adalah o-kuinodimetana
ReplyDeleteterimakasih atas materinya,
ReplyDelete3. Diena yang stabil agak tidak reaktif dan mengalami reaksi Diels-Alder hanya pada suhu tinggi: misalnya, naftalena dapat berfungsi sebagai diena, yang menyebabkan adisi hanya dengan dienofil yang sangat reaktif, seperti N-fenilmaleimida. Sedangkan diena yang stabil akan sangat reaktif yang dapat menghasilkan suatu reaksi secara in situ. Contohnya adalah o-kuinodimetana