REAKSI SIKLOADISI (REAKSI DIELS-ARDER)
Reaksi sikloadisi merupakan reaksi
dimana dua molekul tak jenuh ditambah ke satu sama lainnya untuk menghasilkan
suatu produk siklik. Reaksi sikloadisi dikontrol oleh simetro orbital dari
reaktan.
Dalam reaksi pembentukan cincin pada senyawa karbonil, salah satunya dikenal reaksi Diels-Alder.
Dalam reaksi pembentukan cincin pada senyawa karbonil, salah satunya dikenal reaksi Diels-Alder.
Reaksi di atas dinamakan reaksi
sikloadisi Diels-Alder, dalam reaksi ini membentuk 2 ikatan karbon - karbon
dalam satu tahap dan merupakan metode umum untuk membuat molekul siklik. Dalam
reaksi ini, 2 reaktan bereaksi bersama sama melalui bentuk transisi siklik yang
mana dua ikatan C-C baru terbentuk dalam waktu yang sama.
Reaksi sikloadisi Diels–Alder merupakan
proses perisiklik yang terjadi antara suatu diena ( 4 elektron phi ) dan
dienofil (2 elektron phi ) untuk menghasilkan produk sikloheksena. Ada banyak
contoh reaksi diels – alder, reaksi ini biasa terjadi dengan mudah pada
temperatur ruangan atau sedikit di atasnya. Dan reaksi ini bersifat
stereosepsifik terhadap substituennya.
Reaksi Diels-Alder merupakan
reaksi sikloadisi yang bergantung pada suhu dan mekanismenya melibatkan tumpang
tindih antara orbital σ dan orbital π. Reaksi ini terjadi antara molekul dengan
dua ikatan rangkap dua terkonjugasi (diena) dan molekul dengan satu ikatan
rangkap dua (dienofil) serta menghasilkan dua ikatan karbon-karbon yang baru
dan satu molekul sikoheksana yang tidak jenuh dalam satu langkah.
Reaksi Diels-Alder adalah proses
perisiklik, yang terjadi pada satu langkah dengan pendistribusian kembali
elektron ikatan secara melingkar (siklik). Dua ikatan reaktan yang sederhana
bersatu melalui keadaan transisi siklik dan dua ikatan karbon baru terbentuk
pada saat yang sama. Pada keadaan transisi Diels-Alder, dua karbon alkena dan
karbon 1,4 pada diena terhibridisasi ulang dari sp2 menjadi sp3
untuk membentuk dua ikatan tungggal baru, sehingga karbon 2,3 pada diena
terhibridisasi sp2 membentuk ikatan rangkap baru pada produk
sikloheksena.
Reaksi Diels–Alder disebut juga
sikloadisi (4+2) karena cincin terbentuk oleh interaksi 4 elektron π pada diena
dan 2 elektron π pada alkena atau alkuna. Reaksi sikloadisi adalah reaksi
dimana dua molekul bergabung membentuk sebuah cincin. Dalam reaksi Diels-Alder,
diena adalah gugus yang kaya elektron, sedang dienofil (diene-lover) adalah
gugus yang miskin elektron.
Reaksi Diels-Alder akan terjadi lebih
cepat jika dienofil mempunyai gugus substituen penarik elektron, karena
substituen penarik elektron ini menyebabkan ikatan rangkap dua atau tiga dari
dianofil menjadi terpolarisasi positif.
Sehingga dari uraian diatas maka timbul permasalahan sebagai berikut.
1. Bagaimana reaksi Diels-Alder dapat terjadi lebih cepat ? Jelaskan.
2. Mengapa reaksi Diels-Alder termasuk reaksi sikloadisi dan termasuk jenis sikloadisi apa?
3. Apa yang terbentuk dari reaksi sikloadisi Diels-Arder ?
Sumber :
Fessenden,
R. J dan J. S. Fessenden. 1985. Kimia
Organik Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Stanley H.
1988. Kimia Organik Jilid 2. Bandung:
ITB-Press. 

















